Perang Teknologi Baterai Hypercar Mendorong Inovasi Tanpa Kompromi
Teknologi baterai kini menjadi jantung inovasi kendaraan listrik (EV), terutama di segmen hypercar. Di pasar ini, pabrikan harus menghadirkan performa ekstrem tanpa mengorbankan bobot dan efisiensi. Bugatti Rimac, melalui Rimac Technology, melangkah lebih jauh dengan mengembangkan baterai solid-state yang diklaim mampu merevolusi standar industri.
Hypercar membutuhkan solusi energi yang tidak hanya kuat, tetapi juga ringan dan cepat diisi. Rimac memahami tantangan ini dan menjadikannya peluang untuk mendefinisikan ulang performa kendaraan listrik melalui teknologi baterai generasi terbaru.
Baca Juga : “Toyota Luncurkan GR Yaris Terbaru yang Lebih Buas di Australia“
Rimac Gandeng Mitra Strategis untuk Baterai Solid-State Masa Depan
Dalam laporan eksklusif dari Car and Driver (Selasa, 16 Desember 2025), Rimac mengonfirmasi bahwa mereka sedang membangun fondasi teknologi masa depan untuk hypercar Bugatti dan pabrikan otomotif lainnya. Proyek ini tak dilakukan sendiri. Rimac menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan seperti ProLogium dan Mitsubishi untuk mengamankan pasokan material utama baterai solid-state.
Dari kolaborasi tersebut, Rimac telah berhasil menciptakan purwarupa sel baterai solid-state berkapasitas 100 kW. Ini adalah langkah penting menuju produksi massal yang ditargetkan dimulai pada tahun 2026, dengan aplikasi awal pada komponen e-axle kendaraan listrik dan implementasi penuh di hypercar Bugatti sekitar tahun 2030.
Kepadatan Energi Meningkat Hingga 30 Persen Tanpa Membesar Ukuran
Salah satu keunggulan utama baterai solid-state Rimac terletak pada kepadatan energinya yang tinggi. Teknologi ini disebut mampu menyimpan 20–30 persen lebih banyak energi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Artinya, mobil dapat menempuh jarak lebih jauh tanpa memperbesar ukuran baterai.
Hal ini sangat penting dalam dunia hypercar, di mana ruang dan berat sangat diperhitungkan. Bobot ekstra sering kali berarti kompromi terhadap kecepatan atau akselerasi. Namun, dengan baterai solid-state ini, performa tidak lagi harus dikorbankan demi daya tahan atau efisiensi.
Casing Komposit Baru Pangkas Bobot Hingga 30 Kilogram
Selain peningkatan energi, Rimac juga berhasil memangkas bobot total baterai sebesar 30 kilogram melalui penggunaan rumah baterai berbahan komposit canggih. Pengurangan berat ini memberikan keuntungan besar bagi mobil performa tinggi seperti Bugatti, di mana rasio tenaga per bobot (power-to-weight ratio) sangat krusial.
“Dalam mobil performa tinggi, setiap gram sangat berarti. Dengan baterai ini, kami bisa memberikan akselerasi ekstrem tanpa menambah beban,” jelas salah satu insinyur Rimac Technology dalam konferensi teknis internal perusahaan.
Teknologi Elektrolit Padat Tingkatkan Efisiensi dan Keamanan
Perbedaan mendasar antara baterai solid-state dan lithium-ion konvensional adalah penggunaan elektrolit padat, bukan cair. Elektrolit padat ini memungkinkan peningkatan kepadatan energi dan juga berkontribusi pada keamanan termal yang lebih tinggi.
Solid-state menghilangkan risiko thermal runaway, yakni kondisi saat baterai overheat dan berisiko terbakar. Ini menjadi aspek penting dalam kendaraan hypercar, yang sering kali dipacu dalam kondisi ekstrem.
Dari sisi efisiensi pengisian, Rimac mengklaim bahwa prototipe mereka dapat mengisi daya hingga 80 persen jauh lebih cepat dari baterai saat ini. Walau belum ada angka pasti, ini memberi harapan terhadap pengurangan waktu isi ulang yang selama ini jadi kelemahan mobil listrik.
E-Axle Modular Bertenaga untuk Segmen Premium hingga Mainstream
Tak hanya fokus pada Bugatti, Rimac juga tengah merancang sistem e-axle modular dengan rentang tenaga 150–360 kW. Solusi ini memungkinkan integrasi ke berbagai jenis kendaraan, mulai dari sedan performa tinggi hingga SUV premium.
Unit e-axle ini sudah dirancang untuk bekerja optimal dengan baterai solid-state. Dengan dimensi ringkas dan efisiensi tinggi, paket ini mampu memberikan tenaga instan dengan konsumsi energi yang optimal.
“Rimac tidak hanya membuat mobil cepat, tapi juga teknologi mobilitas masa depan,” ungkap perwakilan dari divisi Rimac Technology, menegaskan visi perusahaan sebagai penyedia teknologi EV global.
Bugatti Jadi yang Pertama, Porsche dan Audi Menyusul
Sebagai merek yang berada di bawah Volkswagen Group, Bugatti akan menjadi flagship pengguna awal teknologi solid-state dari Rimac. Namun, merek-merek lain seperti Porsche dan Audi diperkirakan segera menyusul, mengingat keduanya juga tengah fokus mengembangkan kendaraan listrik performa tinggi.
Dengan jaringan dan sumber daya VW Group, adopsi teknologi ini dapat terjadi dalam skala besar. Rimac sendiri menyebut teknologi mereka cukup fleksibel untuk disesuaikan dengan platform kendaraan dari berbagai merek.
Tantangan Produksi dan Harapan Massal di Tahun 2026
Meskipun menjanjikan, teknologi solid-state masih menghadapi tantangan produksi massal. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi dan proses manufaktur yang efisien.
Rimac menargetkan produksi massal pertama akan dimulai pada 2026, diawali dari sistem e-axle. Sementara untuk penggunaan pada hypercar Bugatti, diperkirakan mulai diadopsi menjelang tahun 2030.
“Tujuan kami adalah memastikan teknologi ini tidak hanya bekerja di atas kertas, tapi juga andal di lintasan dan jalan raya,” ujar CEO Rimac Group, Mate Rimac, dalam sesi wawancara eksklusif dengan Automotive News Eropa.
Masa Depan Hypercar: Lebih Cepat, Lebih Jauh, dan Lebih Aman
Dengan pengembangan baterai solid-state ini, Bugatti Rimac tidak hanya menghadirkan inovasi untuk satu model, tapi juga memberikan arah baru bagi masa depan hypercar.
Hypercar listrik generasi berikutnya diprediksi akan jauh lebih ringan, lebih cepat mengisi daya, dan memiliki jangkauan yang lebih baik—semua berkat kemajuan teknologi baterai solid-state yang kini menjadi fokus Rimac Technology.
Jika berhasil direalisasikan, langkah ini bisa menjadi titik balik bagi industri otomotif global, di mana kecepatan, efisiensi, dan keberlanjutan tidak lagi harus saling mengorbankan.
Baca Juga : “Raksasa Baru, Bugatti dan Rimac Resmi Gabung Jadi Bugatti-Rimac“
